LSM Ungkap 149 PMI Meninggal di Tahanan Imigrasi Sabah Malaysia

LSM Ungkap 149 PMI Meninggal di Tahanan Imigrasi Sabah Malaysia


LSM Ungkap 149 PMI Meninggal – Sebanyak 149 buruh migran asal Indonesia, tercatat meninggal di dalam Pusat Tahanan Imigrasi Sabah, Malaysia.

“Dalam satu setengah tahun ada 149 warga negara Indonesia yang meninggal di seluruh pusat tahanan imigrasi di Sabah,” kata anggota Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) Abu Mufakhir dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (25/6).

Ia mengatakan data tersebut berasal dari Kedutaan Besar Malaysia. Rinciannya, pada 2021 ada 101 WNI yang meninggal. Sementara dari Januari hingga Juni 2022, ada 48 WNI yang meninggal di seluruh pusat tahanan imigrasi Sabah.

Abu lantas mencontohkan dua kasus kematian yang buruh migran asal Indonesia alami. Pertama ialah Nathan, seorang buruh migran yang meninggal pada Maret 2022.

Mulanya, Nathan, yang merupakan tuna wicara sekaligus down syndrome, mereka tangkap di rumah bersama empat keluarga lainnya. Kata dia, Nathan masih terlihat dalam kondisi baik sebelum transfer ke Depo Tahanan Imigrasi (DTI) Tawau.

“Semenjak di DTI Tawau ia mengalami sakit dan dengan cepat terus memburuk. Kondisi ini telah berulang kali ada yang melaporkan ke petugas DTI,” ujar Abu.

LSM ungkap buruknya penanganan

Namun demikian, menurut Abu, petugas tak kunjung membawa Nathan ke fasilitas kesehatan. Bahkan, para petugas cenderung meremehkan kondisi Nathan.

“Beberapa kali petugas hanya memberikan obat Panadol pada saat kondisi Nathan sudah sangat buruk dan nyaris tidak bisa bergerak,” ungkap Abu.

“Akhirnya pada saat kondisi Nathan sudah sangat buruk dan nyaris tidak bisa bergerak, mereka membawanya ke rumah sakit satu malam. Siang harinya Nathan dikabarkan meninggal,” kata dia menambahkan.

Kasus lainnya ialah Aris bin Saing. Abu mengatakan awalnya mereka membawa Aris bersama kedua anaknya yang berusia 5 dan 9 tahun langsung ke DTI Tawau.

Sebelum meninggal, Aris telah mengeluh sakit, badannya lemas, dan beberapa kali jatuh pingsan. Namun, ia tak kunjung mendapatkan perawatan kesehatan.

Sampai akhirnya pada 25 September 2021, sekitar pukul 06.00, Aris kembali jatuh pingsan dan akhirnya mereka membawanya ke rumah sakit.

“Dua jam kemudian pihak DTI mengatakan bahwa ia meninggal. Namun, menurut keterangan sesama tahanan yang ikut menggotong Aris ke ambulans, Aris sudah tidak bernafas ketika akan menuju ke rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, kedua anaknya tetap berada di tahanan blok 9 untuk orang dewasa, sampai akhirnya pihak Malaysia mendeportasi mereka Oktober 2021.

Sebelumnya, Mahkamah Agung Malaysia (Mahkamah Persekutuan Malaysia), Kamis (23/6), tetap membebaskan WN Malaysia Ambika MA Shan, yang terduga menyiksa majikan buruh migran Indonesia Adelina sesuai putusan Mahkamah Tinggi.

Artikel in telah terbit di : CNN Indonesia, dengan judul “LSM Ungkap 149 TKI Meninggal di Tahanan Imigrasi Sabah Malaysia” .

Kembali ke beranda Klub Cahaya, atau kunjungi toko kami Klubshop untuk berbagai penawaran menarik!

LSM Ungkap 149 PMI Meninggal di Tahanan Imigrasi Sabah Malaysia

Share this post

There are no comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Download / Install Aplikasi Klub Cahaya

Hai, sahabat Cahaya! Ini cara download dan install aplikasi Klub Cahaya ke HP kamu. Mudah, cepat dan tidak butuh banyak memori.

Klik "Add Klub Cahaya to Home screen".

Refresh layar jika tidak muncul.

Klik "Add". Selesai.

Tunggu beberapa saat.

Klub Cahaya terinstall; icon muncul di layar HP.

Happy time bersama Klub Cahaya!!!