“Sanja Budaya” : Program Edukasi Sosial Omah Cangkem Mataraman (OCM) Oleh Pardiman Djoyonegoro
Pardiman Djoyonegoro, pendiri sekaligus pengasuh OCM selalu menciptakan berbagai ide kreatif. Membuat kegiatan yang mengedukasi masyarakat, mulai dari anak-anak usia SD, remaja dan orang dewasa.
Program yang saat ini sedang gencar dalam penggarapan adalah “Sanja Budaya”. Yaitu sebuah program yang mengedepankan aspek edukasi sosial masyarakat, berupa pelatihan gamelan rutin untuk anak anak, remaja dan dewasa.
Juga kegiatan yang bersifat kunjungan baik mendapat kunjungan maupun mengunjungi. Khusus kunjungan, Omah Cangkem mengembangkan beberapa kegiatan seni. Antara lain workshop Gamelan, memakai busana Jawa, bermusik acapella, Nembang Macapat, permainan unggah-ungguh Jawa, bermain Janur, dan cara menonton Wayang.
Program “Sanja Budaya” Di Studio OCM
Studio OCM adalah rumah pribadi Seniman Pardiman Djoyonegoro yang terletak di daerah Karangjati RT 07 Bangunjiwa, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Meskipun ini rumah pribadi, tetapi Pardiman dan masyarakat umum memfungsikannya untuk kegiatan kesenian. Antara lain latihan menabuh gamelan rutin setiap hari jumat dan minggu, dan juga program edukasi sosial “Sanja budaya”.

Sanja artinya berkunjung, bermain, bercengkrama. Budaya adalah segala hal yang berhubungan dengan olah budi dan daya upaya manusia sehingga menjadi sebuah nilai kehidupan, etika dan estetika. Nilai kehidupan terwujud menjadi perilaku dan juga termanifestasi menjadi berbagai bentuk karya, salah satunya karya seni.
Jadi, “Sanja budaya” lebih bermakna mengunjungi sebuah tempat untuk saling berbagi. Dalam aktifitas pembelajaran tentang sebuah nilai hidup dan estetika dengan bentuk aktifitas berkesenian dan kegiatan kebudayaan.
Berbagai Kegiatan Dalam Program “Sanja Budaya”
1. Kegiatan Bermusik
Kegiatan bermusik antara lain Bermain gamelan, Musik Tutur Nusantara, Workshop Kreatifitas Musik dan Nembang Jawa, yang lebih mengedepankan aktivitas bermain musik yang menyenangkan secara berkelompok, yang sesuai dengan capaian kemampuan bermusik dan menyelipkan nilai adi luhung kebudayaan dalam bentuk aktifitas berkesenian. Tujuan adalah agar peserta belajar memaksimalkan potensi diri sendiri, melalui komunikasi musikal dan gerak musikal.




2. Menari
Bentuk kegiatan olah tubuh dengan menggali kreativitas gerak, yang mengandung etika dan estetika, sesuai dengan tingkat perkembangan dan capaian peserta. Menari bisa juga mengandung arti mengekspolasi gerakan-gerakan tubuh yang indah atau mengandung nilai estetis sampai menjadi bentuk tarian.
3. Bermain Janur

Kegiatan bermain Janur merupakan aktifitas seni membentuk janur menjadi indah, yang bertujuan untuk mengolah rasa dan melatih otot motorik halus dan kasar, serta memahami nilai dan makna dari hasil karya janur yang terbentuk misalnya : membuat anyam anyaman, membuat kitiran (kincir), ketupat, keris-kerisan dsb, yang masing-masing tentu ada makna dan filosofinya.
4. Berbusana jawa

Belajar tentang cara berbusana Jawa yang bertujuan untuk memperkenalkan pemahaman mengenai nilai estetis, makna dan filosofi busana Jawa serta makna pakaian adat Jawa.
“Sanja Budaya” : Program Edukasi Sosial Omah Cangkem Mataraman (OCM) Oleh Pardiman Djoyonegoro
5. Belajar Unggah-ungguh Jawa

Berupa kegiatan jalan-jalan di kampung dan alam sekitar untuk anak-anak, sebagai bentuk latihan untuk berbaur dan bersosialisasi bersama warga masyarakat dengan menerapkan segenap etika perilaku, yang bertujuan untuk memperkenalkan adat istiadat dan kesopanan di masyarakat.
6. Membatik
Kegiatan mengenalkan nilai budaya berupa aktivitas membatik dengan menggunakan beberapa metode seperti batik lukis, batik celup dan mewarna, yang dalam prosesnya lebih melatih peserta untuk membuat karya batik sendiri sekaligus mengajak mereka untuk mempelajari pola batik, nilai dan makna maupun tujuannya.
7. Melukis
Kegiatan melukis sebagai ruang ekspresi yang lebih menekankan sisi kreativitas dengan suasana yang menyenangkan dan melatih peserta untuk mencari bentuk original karya secara bertanggung jawab. Di sesi akhir ada ruang presentasi karya lukis dengan display atau dialog karya.
8. Sinau Menonton Wayang Kulit

Dalam kegiatan ini ada beberapa rangkaian kegiatan antara lain : mengenal cara membuat wayang, mengenal tokoh-tokoh dalam wayang kulit, mengenal cerita wayang kulit, mengenal nilai nilai yang terkandung dalam cerita wayang kulit, dan terakhir adalah menonton pagelaran wayang kulit.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan tokoh dan karakter dalam pertunjukan wayang kulit yang sarat nilai, sehingga generasi kita dapat mengenal dan mempelajari karakter dari setiap tokoh tersebut.
9. Sinau Membuat Pertunjukan
Adalah sebuah kegiatan belajar membuat sajian atau pertunjukan, lengkap dengan tarian, musik, dan kostum dalam waktu singkat. Tujuannya agar peserta bisa belajar berpikir cepat dalam waktu singkat dan belajar manajemennya. Jika pesertanya anak – anak, mereka akan belajar tentang cukat, trampil dan trengginas.
Cukat artinya cekatan lincah atau cakap, trampil artinya mengerjakan sesuatu dengan cepat dan bagus, sedangkan trengginas artinya teliti dan seksama.
Rangkaian kegiatan dalam sinau membuat pertunjukan adalah sebagai berikut :
- Membuat pertunjukan musik
Membuat seni pertunjukan musik dengan basis musik lokal, tujuannya supaya peserta mengenal budaya leluhurnya. Selain itu peserta juga belajar kreativitas bermusik dan mengolah musik

- Membuat pertunjukan tari
Lebih kepada mengolah gerak tubuh menjadi suatu tarian. Dengan harapan peserta bisa memahami potensi dirinya, dapat melatih dan mengolah potensi tubuhnya menjadi sesuatu yang indah sekaligus mengedukasi.
- Membuat pertunjukan drama
Membuat pertunjukan drama yang lebih mengarah dan menggali nilai-nilai budaya lokal. Selain itu para peserta juga bisa belajar mengelola potensi dirinya dengan mengutamakan pengalaman berproses bersama dan bekerja sama.

- Gendhing Gurit
Gendhing adalah repertoar atau lagu yang terhasilkan lewat bunyi gamelan. Sedangkan Gurit adalah puisi berbahasa Jawa. Dalam kegiatan ini peserta belajar membuat geguritan atau menciptakan puisi berbahasa Jawa dan selanjutnya mendapat iringan alunan gamelan Jawa.
Program “Sanja Budaya” secara keseluruhan merupakan media edukasi kepada masyarakat, dan para generasi muda bangsa untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan seni dan budaya lokal Jawa, sebagai budaya leluhur dan sekaligus sebagai ciri identitas bangsa nusantara, agar tidak hilang oleh derasnya arus perubahan jaman, modernisasi dan pengaruh budaya asing.
Program Edukasi Sosial Omah Cangkem Mataraman
Desain website oleh Cahaya TechDev – Klub Cahaya
Dukungan & komentar!
Komentar