Tips Investasi Properti Aman & Nggak Tekor
Investasi tengah generasi muda gandrungi akibat adanya pandemi COVID-19. Hal ini bisa terlihat dari pertumbuhan investor di Bursa Saham Indonesia yang naik cukup signifikan daripada sebelumnya.
Seperti pada laporan oleh OJK pada bulan Mei lalu. Hingga akhir April 2022, secara nasional jumlah investor ritel di Pasar Modal telah mencapai 8,62 juta atau telah meningkat sebesar 15,11 persen (ytd) daripada posisi 30 Desember 2021.
Pertumbuhan jumlah investor ritel ini juga masih kaum milenial atau usia di bawah 30 tahun yang mendominasi. Yaitu sebesar 60,29 persen dari keseluruhan jumlah investor. Data ini pun menunjukan bagaimana investasi sudah jadi incaran bahkan oleh anak-anak muda.
Meski tengah ramai, bukan berarti berinvestasi tak memiliki risiko yang harus para investor tanggung. Namun, bila seseorang jeli dalam memilih instrumen investasi, maka modal yang ia tanam, dapat menghasilkan keuntungan dalam jumlah besar di masa depan. Tapi bagi investor yang ingin mencari investasi yang cenderung aman dan memiliki peningkatan nilai yang paling stabil, adalah properti.
Seperti yang Direktur Emerald Land Development Andre Wijaya ungkapkan di Epic Living episode ke-8. Ia menuturkan berinvestasi adalah sesuatu yang harus kita lakukan jika tidak ingin nilai harta yang kita miliki menyusut karena inflasi.
Kekayaan harta tersebut dapat kita kembangkan dengan berbagai macam investasi, mulai dari bursa, saham hingga properti. Terkait investasi properti, Andre menjelaskan instrumen ini cenderung stabil dan aman lantaran tidak berfluktuasi harga.
“Dengan berinvestasi di properti, ada keyakinan bahwa tidak mungkin drop, tidak mungkin jatuh daripada instrumen yang risikonya tinggi seperti saham. Jadi, properti relatif lebih stabil dan aman menurut saya,” terang Andre melansir dari CNN Indonesia, Kamis (13/10/2022).

Pentingnya Passive Income
Dalam berinvestasi properti, Andre menjelaskan ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Pertama, apakah investasi properti tersebut dapat memberikan passive income saat tidak kita pergunakan.
“Kalau beli rumah pasti investasi ada barangnya, ada rumahnya. Jelas dan kelihatan barangnya. Kalau tidak terpakai, rumah itu bisa disewakan, jadi kan ada passive income. Apakah itu ruko, rumah, apartemen, pasti akan ada return-nya kembali,” ujarnya.
Kedua yaitu the mind behind product atau pengembang produk properti tersebut. Seorang investor properti harus memastikan terlebih dahulu apakah properti tersebut dikembangkan oleh developer yang terpercaya.
Periksa juga apakah developer tersebut memiliki kelengkapan surat-surat yang jelas, tidak sedang dalam sengketa. Sehingga, investor bisa menjual properti tanpa kendala ketika harganya mulai naik.
“Dari lingkungannya, aksesnya bagaimana. Jadi mesti aspek lokasi, kualitas barang, detailnya jelas apa nggak, dan apakah properti tersebut bisa mendapatkan passive income kalau belum terpakai,” ungkap Andre.
Artikel ini telah terbit di : Detik.com
Investasi Properti Aman
Desain website oleh Cahaya TechDev – Klub Cahaya

Dukungan & komentar!
Komentar