Panas Ekstrim Dan El Nino

24 Ribu Orang Di India Tewas, Panas Ekstrim Dan El Nino

Gelombang panas ekstrem terjadi di sejumlah negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, Bangladesh, Myanmar, India, China, Thailand, dan Laos. Suhu mencapai 40 derajat Celsius selama sejumlah hari terakhir. Hal ini menyebabkan kerugian dan kematian.

Di Distrik Kushtia, Bangladesh, suhu harian mencapai 51,2 derajat Celsius pada 17 April lalu, menjadikannya wilayah terpanas di daerah tersebut. Di Indonesia, suhu maksimal harian mencapai 37,2 derajat Celsius di stasiun pengamatan BMKG di Ciputat.

Namun, negara yang paling parah terkena dampak gelombang panas adalah India. Selama 30 tahun terakhir, gelombang panas ekstrem telah menyebabkan kematian hingga 24 ribu orang. Hal ini sangat mengkhawatirkan dan memerlukan tindakan segera dari pemerintah.

Meskipun tidak membahas tentang perubahan iklim dan bahan bakar fosil serta emisi gas rumah kaca, perubahan iklim dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk situasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengambil tindakan untuk mengurangi pengaruh kita terhadap lingkungan dan bumi kita.

Dalam kondisi saat ini, sangat penting bagi kita untuk memperhatikan kesehatan dan keselamatan pribadi sendiri serta orang-orang di sekitar kita. Kita harus menjaga pribadi kita dari panas yang berlebihan, minum air yang cukup, dan menghindari aktivitas fisik yang berat saat suhu terlalu tinggi.

Dalam jangka panjang, kita harus berupaya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini akan membantu kita mengurangi pengaruh kita terhadap perubahan iklim dan memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan kita secara keseluruhan.

Mitigasi Panas Ekstrim Dan El Nino

Situasi ini sangat menyedihkan karena telah menyebabkan banyak kematian dan kerugian. Banyak orang menjadi korban dari gelombang panas yang menghantam negara-negara ini. Meskipun beberapa negara telah mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, masih ada banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak dari gelombang panas ekstrim ini.

Untuk menghadapi masalah ini, masyarakat perlu memahami bahwa keadaan ini bukan hanya terjadi pada saat ini, namun juga merupakan akumulasi dari beberapa faktor selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, solusi jangka panjang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya dampak yang lebih buruk di masa depan.

Salah satu tindakan yang dapat diambil adalah dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidrasi dan pencegahan dehidrasi, terutama pada orang yang lebih rentan terhadap suhu panas, seperti anak-anak dan orang tua. Selain itu, tindakan pencegahan lainnya termasuk penggunaan baju yang longgar dan menutupi kepala dengan topi atau payung untuk menghindari paparan langsung sinar matahari.

Di sisi lain, pemerintah juga harus meningkatkan infrastruktur dan akses ke air minum dan fasilitas pendinginan seperti AC dan kipas angin pada wilayah-wilayah yang lebih rentan terhadap gelombang panas ekstrim. Selain itu, penghijauan dan perlindungan hutan juga dapat membantu mengurangi efek pemanasan global dan mengurangi risiko terjadinya gelombang panas ekstrim.

Dalam hal ini, kolaborasi antar-negara juga sangat penting. Negara-negara yang terkena dampak serupa dapat saling berbagi pengalaman dan sumber daya untuk mengurangi dampak dari gelombang panas ekstrim. Dengan begitu, dapat diharapkan bahwa ada solusi jangka panjang yang efektif untuk menghadapi masalah ini.

*Dari berbagai sumber.

Siap-siap Panas Ekstrim Dan El Nino Hajar Indonesia, Menko Luhut Peringatkan Untuk Persiapkan Pribadi Mulai Agustus Nanti

El Nino yang merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal di Samudera Pasifik menurut prediksi akan melanda Indonesia pada Agustus 2023.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun meminta semua pihak bersiap menghadapi El Nino ini. Menko Luhut mengatakan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus bersiap melakukan upaya mitigasi menghadapi El Nino.

Berdasarkan pengalaman di 2015, El Nino berpotensi menyebabkan dampak kekeringan yang luas, termasuk juga kebakaran hutan dan lahan. Yang dengan kekeringan ini akan membuat produksi pangan terdampak sehingga sangat berpotensi meningkatkan angka inflasi.

24 Ribu Orang Di India Tewas
Menko Luhut Binsar Panjaitan

Hal inilah yang Menko Luhut minta untuk adanya antisipasi.

“Saya meminta seluruh K/L terkait juga pemerintah daerah untuk mulai bersiap sejak dini. Memperhitungkan segala langkah yang mesti kita tempuh agar pengalaman buruk delapan tahun lalu tidak terulang kembali. Setidaknya sejak saat ini kami menyiapkan teknologi modifikasi cuaca sebagai senjata menghadapi El Nino.” Katanya dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan. Mengutip dari Antara, Rabu (26/4/2023).

Luhut mengungkapkan suhu di sejumlah daerah belakangan terasa begitu tinggi.

La Nina Berganti Ke El Nino

24 Ribu Orang Di India Tewas Mitos Isu Perubahan Iklim Panas Ekstrim Dan El Nino
Illustrasi Badai Elnino

Sekjen Organisasi Meteorologi Dunia menyatakan bahwa fenomena La Nina yang telah terjadi selama tiga tahun berturut-turut dan membawa cuaca lebih basah akhirnya telah berakhir.

Sebagai gantinya, El Nino akan membawa suhu menjadi tinggi sehingga membuat cuaca menjadi lebih kering.

Berdasarkan data yang terhimpun, suhu laut juga telah mencapai rekor tertingginya setelah terakhir terjadi pada tahun 2016. Belum lagi gelombang panas yang mendorong rekor suhu tertinggi di Asia akhir-akhir ini.

“Dari pemodelan cuaca yang kami dapatkan El Nino prediksi akan terjadi pada Agustus 2023 meski ketidakpastian tingkat keparahan El Nino masih sangat tinggi,” ungkapnya.

41 Persen Lahan Padi Terancam Kekeringan

Siap-siap Elnino Hajar Indonesia Panas Ekstrim Dan El Nino
Illutrasi lahan sawah yang dilanda kekeringan

Luhut pun menyebut dampak luas El Nino terhadap inflasi Indonesia karena besarnya kontribusi inflasi pangan terhadap inflasi keseluruhan. Hal ini terjadi karena perkiraan 41 persen lahan padi mengalami kekeringan ekstrim di tahun tersebut.

Data World Food Programme bahkan menyebut bahwa 3 dari 5 rumah tangga kehilangan pendapatan akibat kekeringan. Dan 1 dari 5 rumah tangga harus mengurangi pengeluaran untuk makanan akibat kekeringan.

“Untuk itu, kami akan bersiap dalam kondisi yang paling ekstrem sekalipun,” kata Luhut.

Siap-siap Panas Ekstrim Dan El Nino Hajar Indonesia, Jokowi Antisipasi Lewat Rencana Impor Beras 2 Juta Ton

24 Ribu Orang Di India Tewas Panas Ekstrim Dan El Nino
Kepala Bidang Informasi Iklim BKMG, Evi Lutfiati memberikan perbandingan prediksi El Nino di gedung BMKG, Jakarta, Jumat (7/8/2015). BMKG memprediksi disebagian wilayah Indonesia akan kekeringan hingga Desember mendatang

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjelaskan soal rencana impor beras sebanyak 2 juta ton untuk memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Pasalnya, ada ancaman El Nino atau musim kemarau yang akan mempengaruhi produksi beras.

“Itu untuk cadangan Bulog karena kemungkinan akan ada yang namanya El Nino kering panjang. Sehingga Bulog, Badan Pangan mempersiapkan diri dengan memperkuat cadangan berasnya.” Jelas Jokowi kepada wartawan usai Tanam Padi bersama Petani di Kabupaten Tuban Jawa Timur, Kamis (6/4/2023).

Dia menyebut El Nino juga mengancam sejumlah negara lain, bukan hanya di Indonesia saja. Sehingga, pemerintah harus melakukan antisipasi agar harga gabah petani tak terganggu.

“Jangan sampai nanti pas sudah musim kering panjang kita bingung mau beli beras ke Thailand, ke Vietnam, ke India, ke Pakistan barangnya enggak ada,” ujarnya.

“Ini yang kita hindari karena El Nino tidak hanya di Indonesia saja, di negara-negara itu juga terjadi. Sehingga itu mengantisipasi dan itu tidak mengganggu harga gabah petani,” sambung Jokowi.

Menurut dia, impor beras 2 juta ton akan datang secara bertahap ke Indonesia. Adapun 500.000 ton beras akan datang dalam waktu dekat.

“Tadi sudah tersampaikan oleh Henry Saragih (Ketua Umum Serikat Petani Indonesia) dan datangnya juga bertahap ya,” ucap Jokowi.

Bulog Dapat Restu Jokowi Untuk Impor Beras

24 Ribu Orang Di India Tewas Panas Ekstrim Dan El Nino
Suasana saat pekerja Perum Bulog melakukan aktivitas bongkar muat beras impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan impor beras sebanyak 2 juta ton tahun ini. Namun, Jokowi berpesan kuota 2 juta ton impor ini, lebih dulu terpenuhi dengan mendatangkan 500.000 ton.

“Kemarin pesannya pak Presiden memang, kalau pemberian alokasi 2 juta ton itu bukan berarti harus mendatangkan (semua) pak, melihat daripada kebutuhannya. Tapi terutama, perintah presiden, terutama biar bagaimana harus produksi dalam negeri. Itu perintah pak Presiden langsung pak.” Ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Senin (3/4).

Ia mengatakan, kalau 2 juta ton beras impor ini untuk memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Nantinya, ini bukan untuk diperjual-belikan tapi, untuk penugasan seperti bantuan sosial.

“Jadi kalau CBP ini tidak menjual belikan, tapi nanti terserah dari pemerintah, penugasannya untuk apa. Bulog hanya menyimpan dan nanti persiapkan untuk menyalurkannya, sesuai dengan perintah pak,” imbuhnya.

Sumber : liputan6.com

Panas Ekstrim Dan El Nino

Desain website oleh Cahaya TechDev – Klub Cahaya

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan